Rindu dan Kecemasan
13.47
Beberapa hari terakhir, saya memang merasa ada keanehan pada diri saya. Pernah sih merasakan hal yang serupa tapi tidak seaneh saat itu. Yaps! Hubungan pernikahan jarak jauh (sebut saja LDM) selalu mendatangkan rasa cemas, khawatir, dan rindu. Paket lengkap yang wajib ada dalam hati agar cinta tetap terpupuk. Tapi ya kalau sedang lemah iman, semuanya malah jadi bumerang.
Hidup seakan ngawang. Mulai oleng, dan butuh sandaran. Hikz..
Seperti itu sih yang saya rasa kemarin. Bahkan, yang biasanya saya bawel ketika anak-anak mulai "adu kreativitas". Saat itu saya hanya melihat dengan tatapan kosong. Hanya pelukan Naifah yang saya rasakan setelahnya, sambil mengadu "adek jambakin kakak,bun".
Komunikasi dengan suamipun terganggu. Alih-alih malam jumat itu menjadi malam romantis jarak jauh. Yang ada malam berkabut penuh dengan amarah. Padahal beliau sudah dengan sabar melayani luapan perasaan istrinya yang lemah iman ini.
Tak ingin lama terpaku dalam perasaan tidak nyaman, akhirnya saya memutuskan menghubungi psikolog melalui aplikasi kesehatan. Lumayanlah 30 menit bisa konsultasi dengan ahlinya secara gratis.
Saya menderita Gangguan Kecemasan Umum. Belum parah, karena saya belum sampai tahap halusinasi. Tapi memang butuh beberapa treatment untuk mengembalikan kesehatan kejiwaan saya.
Sang psikolog menyarankan saya mulai mengatur hidup saya dengan baik. Dengan terjadwal dan disiplin terhadap jadwal itu. Mulai memberikan ruang pada diri sendiri untuk menikmati hal yang paling saya suka. Mencoba menu vegetarian untuk mengatur emosi agar lebih stabil. Karena makanan juga berperan besar terhadap emosi manusia. Daaaan, yang paling penting adalah detox sosmed.
Treatment terakhir itu yg rupanya paling besar mempengaruhi kejiwaan saya saat saya berpisah dengan suami sementara ini. Nanti akan saya bahas di tulisan berikutnya. Hehe
Long Distance Married, memang rentan terhadap stress. Kelelahan dan kerinduan itu yang menjadi alasan terbesar ketika logika sudah mulai oleng. Selain benar mencari pertolongan (seperti segera konsultasi pada ahlinya), semakin mendekatkan diri pada Allah Subhannahu Wa Ta'ala adalah jalan yang paling terbaik.
Baiklah... semoga curhatan kali ini bisa bermanfaat.
Salam sayang _ Buni




0 komentar