Detox Sosmed Untuk Jiwa Yang Lebih Sehat
10.44
Pekan lalu saya bercerita tentang kondisi psikologi saya agak terguncang (agak berlebihan sih. Hehe), dan setelah menjalani wawancara dengan psikolog saya menderita Gangguan Kecemasan atau ngetrennya Anxiety Attack.
Kecemasan ini dikarenakan kondisi pernikahan saya yang harus saya dan suami lalui dengan hubungan jarak jauh. Kalau diluar sana mungkin beberapa orang istri merasa bahwa posisi saya sekarang ini menguntungkan. Tapi tidak bagi saya.
Meski secara kasat mata saya baik-baik saja, tapi ternyata alam bawah sadar saya rapuh. Sulit menerima saya harus jauh dengan belahan hati dengan waktu yang cukup lama. Lalu apa hubungannya dengan sosial media?
Jadi kemarin itu wawancara tentang kebiasaan saya di rumah, ketika weekday, weekend, menikmati waktu kosong. Untuk masa weekend saya memang menghindari keluar rumah, karena rasanya sangat menyiksa melihat sekeluarga menikmati indahnya pagi bersama. Saya bukan iri sih ya, untuk menetralisir perasaan itu biasanya langsung mendoakan mereka. Agar saya bisa segera berkumpul dengan suami, pun anak-anak bisa menikmati liburan bersama kedua orangnya.
Nah,sering juga nih saya berselancar ke sosmed, khususnya Instagram. Sekedar menikmati foto-foto atau mencari inspirasi. Kalau lagi bener 1 jam aja cukup, tapi sering kelupaan. Apalagi akalo anak-anak tidur. Hehe.
Tenyataperan sosmed ini bisa mengganggu psikis saya. Karena berbagai macam foto kegembiraan keluarga terpampang nyata dihadapan saya tanpa saya harus keluar rumah. Ini yg menyebabkan alam bawah sadar saya kadang tak bisa terkontrol untuk mempengaruhi pemikiran saya. Akhirnya gangguan itu datang. Kadang saya hanya diam, karena takut akan berakibat buruk ke anak-anak. Karena jika semakin parah, emosi saya akan meluap.
Oleh karena itu, saya disarankan untuk detox sosial media. 2 atau 3 x dalam 1 pekan libur berselancar di sosial media. Alhamdulillah, ini memang sedikit bekerja untuk perasaan saya agar tetap terkondisikan.
Perlu saya tekankan, saya sama sekali tidak menyalahkan banyaknya foto yang menganggu psikologi saya. Karena itu hak setiap orang dengan akunya (saya mah apa atuh). Yang bisa saya lakukan untuk sembuh adalah dengan membatasi melakukan hal yang membuat gangguan itu muncul.
Percayalah, Penikahan Jarak Jauh itu berat. Lebih berat dari rindu dilan pada milea. Banyak hal yang harus kami korbankan..
Wassalamu'alaikum_Buni



0 komentar